Thursday, June 15, 2017

Interval Kisah manusia

Setiap orang sebetul nya punya interval-interval cerita hidup nya masing-masing hanya saja kita jarang memperhatikan nya, interval-interval cerita tersebut menggambarkan pola taqdir yang akan membuat kita terkagum-kagum dengan Sang Kholiq yang Maha mengurus sekalian alam. Satu helai daun gugur pun diketahui oleh Nya maka apalagi kejadian yang lebih dari itu. Terkadang seseorang merasa kesepian di dunia ini, ketika dia merasa bahwa dunia tidak memihak pada nya, maka kecenderungan yang akan muncul dalam alur jiwa nya saat itu antara lain adalah merasa benci terhadap semua orang, kehilangan kesadaran bahwa dia selalu di perhatikan Sang Kholiq, hilang kepercayaan diri, hilang kesemangatan dalam hidup,tak ada yang peduli terhadap nya, tak ada yang mengerti tentang nya,  dan lain sebagai nya, ketahuilah bahwa semua itu adalah penderitaan yang tak nyata. Penderitaan sesungguh nya adalah ketika kita hilang kesadaran bahwa setiap detik dari kejadian hidup seorang manusia di perhatikan Sang Kholiq. sehingga tak akan ada rasa sepi, khawatir, takut, minder terhadap dunia karna semua terasa kecil ketika Sang Kholiq merajai singgasana tertinggi dalam hati kita. Saya akui semua rangkaian-rangkaian statement dalam blog ini masih lah sangat random, belum bisa di petakan secara tema. Thanks

Monday, June 12, 2017

Mencari mutiara di dalam lautan hati

Di awali dari masa lalu yang kebanyakan santai dan malas, cenderung senang dengan waktu yang bebas dan mencari-cari nya, maka kan tiba masa nya memahami masa lalu setelah datang nya masa depan. Orang yang di masa lalu nya berusaha keras dan orientasi nya keseriusan dalam hidup, maka dia sedang membentuk dan menentukan kehidupan dunia nya di masa depan, dia membawa dunia atau dunia di suruh mengikuti keinginannya, sebalik nya jika dia tidak serius merencanakan hidup dan berusaha mencapai nya dan orientasi nya hanya kesenangan-kesenangan kecil, maka dia akan di bawa oleh keadaan dunia, bukan dia yang menentukan keadaan dunia. Tapi perlu di cermati semua hal itu bukan hal yang paling esensial dalam kehidupan ini, tingkat esensi nya hanya sebatas kehidupan dunia. Berusaha di dunia tapi beriringan dengan memfanakan nya, tanpa harus membenci sosial dan keadaan, dengan tetap memandang satu hal yang paling kekal, yaitu mengutamakan tujuan, orientasi, kedudukan di dalam hati  kepada sang Kholiq, maka itu lah keseimbangan yang membawa manfaat dunia dan akhirat.